RSS

BBM-ku….

04 Jun

“MAAF, BENSIN HABIS.” “BENSIN HABIS, PERTAMAX ADA, SOLAR ADA.” Hanya tulisan-tulisan itu yang terpampang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Lampung.  Tak jarang juga ditemui antrean panjang kendaraan bermotor yang ingin membeli bahan bakar minyak (BBM) bahkan mengular sampai berkilometer.  Seolah tak ingin ketinggalan, jerigen-jerigen pun turut dalam anteran.  Hampir semua kota di Indonesia akhir-akhir ini kembali mengalami kelangkaan BBM, terutama jenis premium.

Memang, penyebab kelangkaan BBM itu bermacam-macam. Apa pun alasannya, kelangkaan BBM telah terjadi.  Biasanya Pertamina selalu menjadi pihak yang disalahkan.  Meski sebenarnya posisi Pertamina hari ini tidak jauh berbeda dengan para kontraktor migas di sektor hilir yang memasarkan BBM seperti Petronas, Shell ataupun Total.  (Wahyunda, 2011)

Sedari tadi berbicara tentang BBM, sebenarnya apa itu BBM?

Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan bahan bakar yang bersumber dari olahan minyak bumi.  Minyak bumi (petroleum, dari bahasa Latin petrus–karang dan oleum–minyak), atau disebut juga sebagai emas hitam, berasal dari jasad renik lautan, tumbuhan dan hewan yang mati sekitar 150 juta tahun yang lalu.  Sisa-sisa organisme tersebut mengendap di dasar lautan, kemudian ditutupi oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu, dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik tersebut dan mengubahnya menjadi minyak dan gas, bahan bakar fosil.

Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Minyak mentah yang diperoleh ditampung  dalam kapal tanker atau dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak.  Minyak mentah (crude oil) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurang sedap. Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan lainnya, tetapi harus diolah terlebih dahulu. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 sampai 50. Titik didih hidrokarbon meningkat seiring bertambahnya jumlah atom C yang berada di dalam molekulnya. Oleh karena itu, pengolahan minyak bumi dilakukan melalui destilasi bertingkat, di mana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan titik didih yang mirip.

Melihat fenomena sekarang, sebenarnya ada solusi yang ditawarkan bila kita tetap bersikekeuh menggunakan BBM, yaitu cracking.

Apa itu Cracking?

Cracking atau perengkahan merupakan proses yang dimaksud untuk memecahkan hidrokarbon yang lebih tinggi (rantai panjang) menjadi molekul-molekul hidrokarbon berantai pendek.  Contoh cracking ini adalah pengolahan minyak solar atau minyak tanah menjadi bensin.

Proses ini terutama ditujukan untuk memperbaiki kualitas dan perolehan fraksi gasolin (bensin).  Kualitas gasolin sangat ditentukan oleh sifat anti knock (ketukan) yang dinyatakan dalam bilangan oktan.  Bilangan oktan 100 diberikan pada isooktan (2,2,4-trimetil pentana) yang mempunyai sifat anti knock yang istimewa, dan bilangan oktan 0 diberikan pada n-heptana yang mempunyai sifat anti knock yang buruk.

Ada tiga cara cracking yaitu :

a.  Thermal Cracking, yaitu dengan penggunaan suhu tinggi (300-400oC) dan tekanan yang rendah.  Contoh reaksi kimia pada proses ini adalah:

n-C30H62 → C8H8 + C6H12 + C14H28, atau

n-C30H62 → C7H16 + C9H18 + C4H8 + C10H20

b.  Cathalitic Cracking, yaitu perengkahan dengan bantuan katalis untuk mempercepat.  Katalis yang digunakan biasanya SiO2 dan Al2O3 atau bauksit. Reaksi dari perengkahan katalik melalui mekanisme reaksi perengkahan ion karbonium.  Mula-mula katalis karena bersifat asam menambahkan proton ke molekul olefin atau menarik ion hibrida dari alkana membentuk karbonium.

c.  Hydrocracking, merupakan kombinasi antara perengkahan dan hidrogenasi untuk menghasilkan senyawa yang jenuh. Reaksi tersebut dilakukan pada tekanan tinggi. Keuntungan lain dari Hidrocracking ini adalah bahwa belerang yang terkandung dalam minyak diubah menjadi hidrogen sulfida yang kemudian dipisahkan.

Akan tetapi, masihkah kita terus menggunakan padahal persediaan bahan bakar fosil (terutama minyak bumi) diperkirakan semakin menipis. Akibatnya, harga minyak bumi semakin meningkat.  Menurut Firdausy (Peryoga, 2008), pada tahun 2006, harga minyak bumi telah mencapai harga US $68 per barrel.  Pada tahun 2007, harga tersebut meningkat menjadi US $ 90 per barrel, padahal pada 10 tahun sebelumya harga minyak bumi hanya sebesar US $20 per barel.  Ketersediaan sumber daya energi, terutama energi fosil seperti minyak bumi, gas bumi dan batu bara semakin terbatas dan selalu menurun produksinya.

Ada beberapa energi terbarukan yang ditawarkan, seperti energi tenaga hibrida yang mengakomodasi angin, surya, dan biodisel, tenaga banyu yang memanfaatkan proses elektrolisis air dan teknologi gelombang arus air laut, dan energi nuklir.

Dengan rasio cadangan produksi seperti saat ini maka ketersediaan energi primer khususnya energi fosil hanya bisa bertahan maksimum selama 50 tahun.  Kondisi inilah yang mendasari ditetapkannya Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 Tentang Kebijakan Energi Nasional. Proporsi baru ini akan mengubah peta penggunaan energi primer Indonesia dari sekitar 50% minyak bumi pada tahun 2005 menjadi hanya sekitar 20% pada tahun 2025, atau dari sekitar 5% Non-Fosil menjadi sekitar 15% Non-Fosil pada kurun waktu yang sama (Adiwardojo, 2010).

Dari uraian di atas terlihat bahwa Indonesia nampaknya masih mempunyai kecukupan energi khususnya dalam jangka pendek, namun jika diperhatikan kecenderungannya secara lebih detil dan dalam jangka yang lebih panjang, ketahanan energi nasional nampak cukup mengkhawatirkan.

Semoga kita semakin bijak dalam bertindak mengambil keputusan.

 
1 Comment

Posted by on June 4, 2012 in Chemical

 

Tags: , ,

One response to “BBM-ku….

  1. siberian husky

    June 26, 2012 at 9:17 am

    Very interesting info!Perfect just what I was looking for!

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: